Analisis Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SDN Beji Timur 1 Tahun 2026
Depok, Juni 2026 – Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 telah selesai dilaksanakan oleh peserta didik kelas VI SDN Beji Timur 1. Hasil yang diperoleh memberikan gambaran mengenai capaian kemampuan akademik peserta didik pada mata uji Matematika dan Bahasa Indonesia, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan mutu pembelajaran di masa mendatang.
Berdasarkan Daftar Kolektif Hasil Tes Kemampuan Akademik (DKHTKA) Tahun 2026, sebanyak 170 peserta didik terdaftar sebagai peserta TKA SDN Beji Timur 1. Dari jumlah tersebut, sebagian besar peserta menunjukkan capaian yang cukup baik, terutama pada mata uji Bahasa Indonesia.
Analisis Kategori Capaian TKA Tahun 2026
Hasil pengolahan data Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik SDN Beji Timur 1 berada pada kategori Memadai baik pada mata uji Matematika maupun Bahasa Indonesia.
Pada mata uji Matematika, sebanyak 56,47% peserta didik berada pada kategori Memadai, 25,29% mencapai kategori Baik, dan 17,06% masih berada pada kategori Kurang. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan numerasi peserta didik telah berkembang cukup baik, namun masih memerlukan penguatan terutama bagi peserta didik yang belum mencapai kategori Memadai.
Sementara itu pada mata uji Bahasa Indonesia, hasil yang diperoleh lebih menggembirakan. Sebanyak 52,94% peserta didik berada pada kategori Memadai, 28,24% mencapai kategori Baik, dan 1,18% berhasil meraih kategori tertinggi yaitu Baik-Istimewa. Peserta didik yang masih berada pada kategori Kurang tercatat sebesar 17,06%.
Jika kategori Baik dan Baik-Istimewa digabungkan, maka capaian Bahasa Indonesia mencapai 29,42%, lebih tinggi dibandingkan Matematika yang berada pada angka 25,29%. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi peserta didik SDN Beji Timur 1 relatif lebih kuat dibandingkan kemampuan numerasi.
Berdasarkan DKHTKA SDN Beji Timur 1 Tahun 2026, diperoleh distribusi kategori sebagai berikut:
Mata Uji Matematika
| Kategori | Jumlah Siswa | Persentase |
|---|---|---|
| Baik | 43 | 25,29% |
| Memadai | 96 | 56,47% |
| Kurang | 29 | 17,06% |
| Tidak Ada Nilai | 2 | 1,18% |
| Total | 170 | 100% |
Mata Uji Bahasa Indonesia
| Kategori | Jumlah Siswa | Persentase |
|---|---|---|
| Baik-Istimewa | 2 | 1,18% |
| Baik | 48 | 28,24% |
| Memadai | 90 | 52,94% |
| Kurang | 29 | 17,06% |
| Tidak Ada Nilai | 1 | 0,59% |
| Total | 170 | 100% |
Analisis Sebaran Nilai
Hasil perhitungan menunjukkan simpangan baku (standard deviation) sebesar 15,25 pada Matematika dan 16,22 pada Bahasa Indonesia. Nilai simpangan baku yang relatif mirip menunjukkan bahwa tingkat keragaman kemampuan peserta didik pada kedua mata uji tidak jauh berbeda.
Artinya, meskipun rata-rata Bahasa Indonesia lebih tinggi, variasi kemampuan antar peserta didik masih cukup lebar. Terdapat kelompok peserta didik yang memperoleh nilai sangat tinggi, namun masih terdapat pula peserta didik yang memerlukan pendampingan lebih lanjut.
Analisis Pivot Kategori Nilai
Berdasarkan kategori yang tercantum pada DKHTKA, pola capaian peserta didik dapat diringkas sebagai berikut:
Matematika
- Kategori Baik didominasi oleh peserta didik dengan nilai 56,67 ke atas.
- Sebagian besar peserta didik berada pada kategori Memadai.
- Masih terdapat sejumlah peserta didik yang masuk kategori Kurang sehingga memerlukan penguatan numerasi.
Bahasa Indonesia
- Sebagian besar peserta didik berada pada kategori Memadai hingga Baik.
- Terdapat peserta didik yang mencapai kategori Baik-Istimewa dengan nilai 96,67.
- Jumlah peserta didik yang memperoleh kategori Kurang lebih sedikit dibandingkan Matematika.
Nilai Ekstrem dan Potensi Akademik
Nilai tertinggi Matematika mencapai 86,67, sedangkan Bahasa Indonesia mencapai 96,67. Sementara itu nilai terendah masing-masing sebesar 16,67 dan 23,33. Rentang nilai yang cukup lebar ini menunjukkan adanya perbedaan kemampuan akademik yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan program pembelajaran diferensiasi.
Tindak Lanjut Sekolah
Hasil analisis statistik ini menjadi dasar bagi SDN Beji Timur 1 untuk:
- Memperkuat program numerasi pada seluruh jenjang kelas.
- Mempertahankan dan mengembangkan budaya literasi yang telah berjalan baik.
- Memberikan pendampingan khusus kepada peserta didik yang masih berada pada kategori kurang.
- Mengembangkan pembelajaran yang lebih berdiferensiasi sesuai kebutuhan peserta didik.
- Menggunakan data hasil TKA sebagai bahan refleksi dan perencanaan peningkatan mutu pendidikan.
Melalui pemanfaatan data yang objektif dan terukur, SDN Beji Timur 1 berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan sehingga setiap peserta didik dapat berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimilikinya. [BayuS]

Komentar
Posting Komentar
Silahkan MASUKAN / POSTING KOMENTAR untuk bertanya terkait tulisan atau memberi masukan kepada kami.